Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Kenali Mata Kering Saat Menjalani Hobi Memasak
Memasak selalu punya tempat istimewa dalam keseharian saya. Bukan sekadar kegiatan untuk menyiapkan makanan, tetapi juga menjadi salah satu cara menikmati waktu luang. Ada rasa senang ketika melihat bahan-bahan sederhana yang awalnya terpisah bisa berubah menjadi hidangan lezat.
Saya termasuk orang yang gemar mencoba resep baru. Kadang resepnya saya temukan dari buku masakan, video singkat di media sosial, atau hasil berbagi cerita dengan teman. Salah satu menu yang sering saya buat adalah sambal merah tomat.
Bahan-bahannya cukup sederhana, yaitu cabai merah, tomat, bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan sedikit minyak. Namun, seperti banyak pengalaman memasak lainnya, tantangan justru sering muncul saat mempersiapkan bahan.
Suatu sore, saya mulai mengiris bawang merah yang akan digunakan untuk membuat sambal. Baru beberapa irisan, mata terasa pedih. Air mata perlahan keluar dan pandangan mulai kurang nyaman.
“Kok menangis? Sambalnya belum jadi, lho,” kata teman saya sambil tertawa.
“Ini bukan menangis karena sedih. Bawang merahnya bikin mata pedih,” jawab saya.
“Berhenti dulu. Jangan lanjut memotong kalau pandanganmu mulai kabur.”
Saya pun meletakkan pisau dan menjauh sebentar dari talenan. Drama mata berair saat memotong bawang mungkin terdengar biasa. Namun, kejadian itu membuat saya menyadari bahwa aktivitas di dapur bisa memengaruhi kenyamanan mata dengan berbagai cara.
Bukan hanya uap dari bawang merah, tetapi juga asap penggorengan, udara panas, partikel dari makanan yang mulai hangus, serta hembusan kipas dapat membuat mata terasa sepet dan perih. Kondisi ini perlu diperhatikan karena Gejala mata SePeLe Jangan disepelein
Mengapa Mata Terasa Pedih Saat Memotong Bawang
Mata berair saat memotong bawang merupakan reaksi alami tubuh. Ketika bawang dipotong, senyawa yang terdapat di dalamnya dilepaskan ke udara. Ketika mencapai permukaan mata, senyawa tersebut dapat menimbulkan iritasi dan memicu keluarnya air mata refleks.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa air mata refleks diproduksi ketika mata perlu membersihkan zat yang mengganggu, termasuk asap, benda asing, dan uap bawang. Dengan kata lain, air mata yang keluar merupakan bagian dari mekanisme perlindungan mata.
Mata berair akibat memotong bawang tidak otomatis berarti seseorang mengalami mata kering. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Namun, gejala yang dirasakan bisa tampak hampir sama, seperti mata pedih, panas, merah, mengganjal, atau terasa tidak nyaman.
Beberapa cara untuk mengurangi mata berair saat memotong bawang, misalnya mendinginkan bawang selama beberapa menit sebelum dipotong. Suhu dingin dapat membantu mengurangi naiknya senyawa bawang menuju mata.
Hubungan Hobi Memasak dengan Gejala Mata Kering
Hobi memasak bukan penyebab langsung penyakit mata kering. Namun, kondisi lingkungan di dapur dapat menjadi pemicu atau memperburuk gejala mata kering, terutama pada orang yang permukaan matanya sudah sensitif.
National Eye Institute menjelaskan bahwa mata kering dapat terjadi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata atau ketika air mata tidak bekerja dengan baik untuk menjaga permukaan mata tetap lembap. Gejalanya bisa berupa sensasi seperti berpasir, terbakar, merah, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, bahkan mata yang justru mengeluarkan banyak air.
Saat memasak, kita bisa berada cukup lama di dekat kompor yang panas. Kegiatan menumis, menggoreng, memanggang, atau membakar makanan juga dapat menghasilkan asap serta partikel di udara.
Mayo Clinic juga mencantumkan angin, asap, dan udara kering sebagai faktor lingkungan yang bisa meningkatkan penguapan air mata. Kondisi tersebut dapat menyebabkan atau memperburuk gejala mata kering.
Inilah alasan mengapa seseorang yang sedang menikmati hobi memasak dapat tiba-tiba merasakan mata sepet dan perih. Penyebabnya mungkin bukan hanya bawang merah, melainkan kombinasi antara asap, udara panas, ventilasi yang kurang baik, serta hembusan angin yang mengenai wajah.
Mata Berair Belum Tentu Berarti Mata Cukup Lembap
Banyak orang mengira mata kering hanya ditandai dengan mata yang sama sekali tidak mengeluarkan air. Padahal, mata kering juga dapat membuat mata berair.
Ketika permukaan mata kekurangan pelumasan dan mulai teriritasi, tubuh bisa merespons dengan menghasilkan air mata refleks. Sayangnya, air mata tersebut belum tentu mempunyai komposisi yang cukup baik untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dalam waktu lama. Mayo Clinic memasukkan mata berair sebagai salah satu gejala yang dapat menyertai mata kering.
“Kalau matanya berair, berarti tidak kering, kan?” tanya saya kepada teman.
“Belum tentu. Bisa saja matamu berair karena sedang teriritasi,” jawabnya.
Mengatasi Mata Kering Saat Memasak
Cara mengatasi mata kering saat memasak dapat dimulai dengan memperbaiki kondisi dapur. Pastikan asap tidak terperangkap terlalu lama di dalam ruangan. Gunakan cooker hood, exhaust fan, atau buka jendela dan pintu jika kondisinya aman.
Penggunaan exhaust fan saat memasak untuk membantu mengalirkan partikulat dan asap masakan ke luar ruangan. Memasak di tungku bagian belakang juga dapat membantu cooker hood menangkap asap dengan lebih baik.
Selain itu kipas dapat digunakan untuk membantu mengalirkan udara, tetapi jangan diarahkan langsung ke wajah. National Eye Institute menyarankan orang yang mengalami mata kering untuk menghindari paparan langsung terhadap asap, angin, dan pendingin ruangan.
Jika mata mulai terasa pedih ketika memasak, berhentilah sejenak. Letakkan pisau atau peralatan panas di tempat yang aman, kemudian menjauh dari sumber asap. Jangan mengucek mata, terutama ketika tangan baru saja memegang bawang, cabai, bumbu, atau minyak.
Cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyentuh area wajah. Berkediplah secara perlahan agar lapisan air mata kembali tersebar di permukaan mata. Bila mata terkena cipratan bahan masakan, bilas menggunakan air bersih.
Insto Dry Eyes sebagai Salah Satu Solusi Gejala Mata Kering
Saat gejala mata kering, sepet, atau perih, tetes mata pelumas dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengurangi keluhan. Salah satu produk yang bisa digunakan adalah Insto Dry Eyes.
Berdasarkan informasi resmi produknya, Insto Dry Eyes mengandung hydroxypropyl methylcellulose 3,0 mg yang bekerja memberikan efek pelumas menyerupai air mata.
Produk ini ditujukan untuk membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata dan meringankan iritasi yang berkaitan dengan kekurangan produksi air mata.
Penting untuk dipahami bahwa Insto Dry Eyes bukan produk khusus untuk menghentikan mata berair akibat uap bawang. Namun, produk ini dapat menjadi salah satu solusi ketika keluhan yang dialami memang berupa gejala mata kering, seperti mata terasa sepet dan perih.
Gunakan produk sesuai indikasi dan aturan pada kemasan. Jangan menyentuhkan ujung botol ke mata, kelopak, jari, atau permukaan lain. Informasi resmi Insto juga menyebutkan bahwa lensa kontak perlu dilepaskan saat produk digunakan dan baru boleh dipasang kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan. Produk tidak dianjurkan digunakan rutin dalam jangka panjang tanpa arahan tenaga kesehatan.
Melalui semangat #InstoDryEyes, kita dapat mulai lebih peka terhadap rasa tidak nyaman pada mata. Kebiasaan sederhana seperti menjaga ventilasi dapur, menghindari asap, berkedip lebih teratur, dan beristirahat sejenak dapat membantu kita tetap #BebasMataKering ketika mencoba berbagai resep.
Kapan Harus Memeriksakan Mata?
Keluhan ringan akibat asap atau udara kering biasanya dapat berkurang setelah kita menjauh dari pemicunya. Namun, jangan mengabaikan gejala yang terus berulang atau semakin berat.
Segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan jika mata terasa sangat nyeri, mengalami penurunan penglihatan, sangat sensitif terhadap cahaya, mengalami pembengkakan, atau keluhan tidak kunjung membaik.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kebersihan bahan dan keamanan alat memasak. Hobi memasak seharusnya tetap menjadi kegiatan menyenangkan, bukan aktivitas yang membuat kita terus menahan mata sepet, pedih, dan tidak nyaman.
Jadi, ketika mata mulai memberi sinyal di tengah kesibukan mencoba resep baru, jangan langsung menganggapnya sebagai gangguan kecil. Dengarkan kebutuhan mata, istirahatkan sejenak, dan lakukan penanganan yang tepat karena #MataSePeLeJanganSepelein.
Referensi Kesehatan
1. National Eye Institute – Dry Eye - https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/dry-eye
2. Mayo Clinic – Dry Eyes: Symptoms and Causes - https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes
3. American Academy of Ophthalmology – Facts About Tears - https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/facts-about-tears
4. Insto Dry Eyes - https://insto.co.id/produk/insto-dry-eyes

.jpg)
Posting Komentar untuk "Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Kenali Mata Kering Saat Menjalani Hobi Memasak"
Posting Komentar